SELAMAT DATANG DI WEB BLOGSPOT TPP KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO
Banner TPP Kecamatan Paguyaman
TIM PENDAMPING TPP KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO

Selasa, 23 Juni 2026

Sosialisasi dan Pembentukan Panitia Pemilihan BPD Desa Sosial Berjalan Lancar

 

Desa Sosial, 23 Juni 2026 – Pemerintah Desa Sosial, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, bersama Pendamping Desa dan Pemerintah Kecamatan Paguyaman melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus Pembentukan Panitia Pemilihan BPD yang bertempat di Kantor Desa Sosial pada Selasa (23/06/2026). Klik Dukung Blog ini

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan persiapan penyelenggaraan Pemilihan BPD yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme, tahapan, serta ketentuan yang berlaku dalam proses pemilihan anggota BPD. Kehadiran Pemerintah Kecamatan dan Pendamping Desa diharapkan dapat memberikan pendampingan serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.


Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Sosial, Abd. Karim Doholio. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran BPD sebagai lembaga yang menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilihan agar menghasilkan anggota BPD yang mampu mewakili aspirasi masyarakat Desa Sosial.


Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Paguyaman yang menekankan pentingnya pelaksanaan pemilihan BPD secara transparan, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kecamatan juga mengharapkan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah desa, panitia, dan masyarakat demi terselenggaranya proses pemilihan yang aman, tertib, dan sukses.


Setelah pelaksanaan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan Tim Panitia Pemilihan BPD Desa Sosial. Proses pembentukan panitia berlangsung melalui musyawarah yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan peserta yang hadir. Panitia yang terbentuk nantinya akan bertanggung jawab dalam melaksanakan seluruh tahapan pemilihan BPD, mulai dari persiapan, penjaringan bakal calon, penetapan calon, hingga pelaksanaan pemilihan.


Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh masyarakat Desa Sosial dapat memahami proses pemilihan BPD serta berpartisipasi aktif dalam menyukseskan tahapan yang akan dilaksanakan. Dengan terbentuknya panitia pemilihan, diharapkan proses Pemilihan BPD Desa Sosial dapat berjalan dengan baik, transparan, dan menghasilkan anggota BPD yang berkualitas serta mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam mewakili aspirasi masyarakat desa.


Klik Dukung Blog Ini

Senin, 22 Juni 2026

Desa Mutiara Gelar Rembug Stunting Tahun 2026, Perkuat Komitmen Bersama Cegah dan Tangani Stunting

 

Mutiara, 22 Juni 2026 – Pemerintah Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, melaksanakan kegiatan Rembug Stunting Desa Tahun 2026 yang bertempat di Kantor Desa Mutiara pada Senin (22/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang terintegrasi serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Klik Dukung Blog ini


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Paguyaman, UPTD Puskesmas Berlian, Pendamping Desa, kader kesehatan, kader Posyandu, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Desa Mutiara.


Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Mutiara, Bapak Kisman Pakaya, yang menyampaikan bahwa stunting masih menjadi salah satu isu prioritas nasional yang membutuhkan perhatian dan kerja sama seluruh pihak. Beliau berharap melalui kegiatan rembuk stunting ini dapat dihasilkan kesepakatan bersama terkait langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.



Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Camat Paguyaman, Bapak Iswandy Pagau, S.KM, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap program kesehatan yang dilaksanakan di desa.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Berlian Kecamatan Paguyaman, yang memberikan pemaparan mengenai kondisi kesehatan masyarakat, faktor-faktor penyebab stunting, serta berbagai upaya pencegahan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan pelayanan kesehatan, perbaikan pola asuh, dan pemenuhan gizi bagi ibu dan anak.


Pada sesi berikutnya, Pendamping Desa, Ibu Ratna J. Isa, SH, memberikan arahan sekaligus memandu jalannya kegiatan Rembug Stunting sebagai acara inti. Dalam arahannya, beliau menjelaskan pentingnya rembuk stunting sebagai forum musyawarah untuk mengidentifikasi permasalahan, menyusun prioritas kebutuhan, serta merumuskan usulan program dan kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Peserta kegiatan juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, usulan, dan berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak.


Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting. Hasil rembuk stunting nantinya akan menjadi bahan perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah, sehingga berbagai intervensi yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Mutiara.

Klik Dukung Blog Ini

Rapat Koordinasi dan Evaluasi TPP Tingkat Kecamatan Paguyaman Bahas Progres Dana Desa dan Penginputan Data Pelaporan

 

Kuala Lumpur, 22 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendampingan desa serta memastikan ketepatan pelaporan program pembangunan desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Paguyaman melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertempat di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, pada Senin (22/06/2026). Klik Dukung Blog ini

Kegiatan ini dihadiri oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa se-Kecamatan Paguyaman sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi, monitoring, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas desa yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026.


Pada rapat tersebut, agenda pertama yang dibahas adalah evaluasi progres penyerapan Dana Desa Tahap I di seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Paguyaman. Dalam pembahasan ini, setiap pendamping menyampaikan perkembangan pelaksanaan kegiatan di desa dampingan masing-masing, termasuk realisasi penggunaan anggaran, kendala yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah percepatan yang perlu dilakukan agar target pelaksanaan kegiatan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Selain itu, peserta rapat juga melakukan evaluasi terhadap capaian pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan selama semester pertama tahun 2026. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar desa telah melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan, namun masih diperlukan percepatan pada beberapa aspek administrasi dan pelaporan guna mendukung kelancaran proses penyaluran Dana Desa tahap berikutnya.


Agenda selanjutnya adalah pembahasan mengenai penginputan dan pembaruan data Realisasi Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa. Para pendamping diberikan arahan untuk memastikan seluruh data yang diinput telah sesuai dengan dokumen pendukung dan kondisi riil di lapangan. Ketepatan dan kelengkapan data menjadi hal yang sangat penting karena akan menjadi dasar dalam proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan kebijakan di tingkat kabupaten maupun pusat.


Selain itu, rapat juga membahas progres penginputan data pada Template BNBA Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Seluruh pendamping diminta untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar data penerima manfaat dapat diperbarui secara berkala dan disajikan secara akurat sesuai ketentuan yang berlaku.


Melalui kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih baik antara Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dalam mengawal pelaksanaan Dana Desa, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memastikan seluruh program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel demi terwujudnya desa yang maju dan sejahtera.

Klik Dukung Blog Ini

Jumat, 19 Juni 2026

Rapat Koordinasi dan Evaluasi TPP Kabupaten Boalemo Cluster Wilayah Timur Digelar di Desa Towayu

 

Towayu, 19 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendampingan desa serta memperkuat koordinasi antar Tenaga Pendamping Profesional (TPP), telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi TPP Tingkat Kabupaten Boalemo Cluster Wilayah Timur yang bertempat di Kantor Desa Towayu, Kecamatan Paguyaman Pantai, pada Jumat (19/06/2026). Klik Dukung Blog ini


Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAM) Provinsi Gorontalo, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), serta seluruh TPP yang bertugas di wilayah Kecamatan Paguyaman Pantai, Paguyaman, Wonosari, dan Dulupi.


Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Kabupaten (Korkab) Boalemo, Bapak Sarman, ST, yang sekaligus menyampaikan materi terkait evaluasi progres realisasi penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa, progres pemutakhiran Basis Data Nomor By Name By Address (BNBA) Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), serta pelaksanaan rapat koordinasi dan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan desa dan ketepatan pelaporan guna mendukung tercapainya target pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.


Selanjutnya, Tenaga Ahli Kabupaten, Bapak Abdillah Moito, S.Ag, menyampaikan evaluasi mengenai perkembangan dan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Beliau mengingatkan agar setiap desa terus berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan BUMDes sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari TAM Provinsi Gorontalo, Bapak Hasan Mohammad, yang memberikan penguatan terkait peran strategis tenaga pendamping dalam mendukung keberhasilan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tenaga pendamping dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.


Pada sesi berikutnya, Bapak Yuri Mertosono menyampaikan materi terkait pelaksanaan rembuk stunting serta pelaporan melalui aplikasi e-HDW (Electronic Human Development Worker). Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya ketepatan data, pelaksanaan rembuk stunting yang berkualitas, serta penginputan laporan e-HDW secara tepat waktu sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di desa.


Kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi ini juga menjadi sarana untuk melakukan evaluasi kinerja TPP di masing-masing wilayah kerja, sekaligus membahas berbagai kendala dan solusi dalam pelaksanaan pendampingan desa. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi, peningkatan koordinasi, serta penguatan komitmen seluruh tenaga pendamping dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Boalemo secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Klik Dukung Blog Ini

Rabu, 10 Juni 2026

Pendamping Desa dan PLD Monitoring Pengelolaan Ketahanan Pangan Unit Usaha Peternakan Ayam Boiler BUMDes Makmur Wonggahu


Wonggahu, 10 Juni 2026 – Dalam rangka memastikan pengelolaan program ketahanan pangan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa, Pendamping Desa bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan kegiatan monitoring terhadap Unit Usaha Peternakan Ayam Boiler yang dikelola oleh BUMDes Makmur Wonggahu, pada Rabu (10/06/2026), bertempat di kandang ayam BUMDes Makmur Wonggahu.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha peternakan ayam boiler yang menjadi salah satu program unggulan ketahanan pangan desa. Dalam kesempatan tersebut, Pendamping Desa dan PLD meninjau kondisi kandang, kesehatan ternak, ketersediaan pakan, serta kesiapan pengurus BUMDes dalam menghadapi masa panen yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Pengurus BUMDes Makmur Wonggahu, Ibu Nonce Pakaya, saat ini jumlah ayam boiler yang dipelihara mencapai 1.000 ekor. Secara umum kondisi ternak berada dalam keadaan baik dan menunjukkan pertumbuhan yang optimal menjelang masa panen. Hal ini menjadi indikator positif bahwa pengelolaan usaha peternakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.



Selain memastikan kesiapan produksi, pengurus BUMDes juga telah mulai melakukan berbagai langkah strategis dalam mendukung pemasaran hasil panen. Saat ini BUMDes Makmur Wonggahu telah memasuki tahap penjajakan kerja sama pemasaran dengan sejumlah pihak, termasuk para pengepul ayam yang berada di wilayah Kecamatan Paguyaman. Tidak hanya itu, kerja sama juga mulai dibangun dengan beberapa warung makan dan pelaku usaha kuliner di Kecamatan Paguyaman sebagai upaya memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi peternakan.


Pendamping Desa dan PLD memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh pengurus BUMDes dalam mengembangkan unit usaha peternakan ayam boiler sebagai salah satu bentuk pemanfaatan dana dan program ketahanan pangan yang produktif. Diharapkan usaha ini dapat terus berkembang, memberikan keuntungan bagi BUMDes, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat desa.


Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pengelolaan usaha peternakan ayam boiler dapat terus berjalan secara profesional, berkelanjutan, dan mampu menjadi contoh bagi pengembangan unit usaha lainnya yang berbasis potensi lokal desa. Dengan dukungan pemerintah desa, BUMDes, pendamping desa, dan seluruh pihak terkait, program ketahanan pangan di Desa Wonggahu diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa.


Bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pihak yang berminat untuk melakukan pemesanan atau kerja sama pemasaran ayam boiler hasil produksi BUMDes Makmur Wonggahu, dapat menghubungi nomor kontak: 0852-3113-6976.

Klik Dukung Blog Ini

Selasa, 09 Juni 2026

Pemerintah Kecamatan Paguyaman Laksanakan Kunjungan Kerja dan Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan Desa di Desa Diloato


Diloato, 9 Juni 2026 – Pemerintah Kecamatan Paguyaman melaksanakan kegiatan kunjungan kerja di Desa Diloato, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Selasa (09/06/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Diloato dalam rangka melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya terkait tata kelola pemerintahan desa dan tertib administrasi desa. 
KLIK Dukung Blog ini


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Diloato, Dasa Wisma, Sub PPKBD, PPKBD, perangkat desa, staf Pemerintah Kecamatan Paguyaman, serta Pendamping Desa. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan, dan akuntabel.


Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Diloato, Ibu Asni Mou, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Paguyaman sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kapasitas aparatur desa. Menurutnya, kegiatan koordinasi dan evaluasi seperti ini sangat penting untuk memastikan seluruh program dan administrasi desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Selanjutnya, Camat Paguyaman, Bapak Iswandy Pagau, SKM, memberikan arahan terkait pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang tertib dan profesional. Beliau menekankan bahwa administrasi desa merupakan salah satu indikator penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik. Oleh karena itu, seluruh perangkat desa diharapkan dapat terus meningkatkan disiplin administrasi, pengelolaan dokumen, serta pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai regulasi yang berlaku.


Dalam kesempatan tersebut, Camat Paguyaman juga mengajak seluruh perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung program pembangunan desa. Dengan administrasi yang tertib dan tata kelola yang baik, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Pendamping Desa, Ibu Ratna Isa, SH, yang memberikan penguatan terkait tugas dan fungsi pemerintah desa dalam pengelolaan administrasi pemerintahan. Beliau menekankan pentingnya kelengkapan dokumen administrasi desa, pelaporan kegiatan, serta pengelolaan data yang akurat sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.


Selain itu, dilakukan pula sesi koordinasi dan diskusi bersama seluruh peserta yang hadir guna mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta kesamaan pemahaman antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan seluruh lembaga yang ada di desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Kunjungan kerja Pemerintah Kecamatan Paguyaman ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan kepada pemerintah desa guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat tertib administrasi desa, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel demi pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Diloato. 


Klik Dukung Blog Ini

Kamis, 04 Juni 2026

Perkuat Tertib Administrasi Desa, Pemerintah Kecamatan Paguyaman Laksanakan Kunjungan Kerja di Bongo Nol

 

Bongo Nol, 4 Juni 2026 – Bertempat di Kantor Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Kamis, 4 Juni 2026, Pemerintah Kecamatan Paguyaman melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perangkat Desa serta Pemeriksaan Tertib Administrasi Desa Bongo Nol. KLIK Dukung Blog ini


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa, memastikan tertib administrasi desa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.


Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Bongo Nol, Bapak Wal Muda, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Kecamatan Paguyaman beserta seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi yang diharapkan dapat memberikan masukan serta pembinaan bagi Pemerintah Desa Bongo Nol dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan administrasi pemerintahan desa.


Selanjutnya, Camat Paguyaman, Bapak Iswandy Pagau, SKM, menyampaikan arahan sekaligus membuka kegiatan monitoring dan evaluasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya tertib administrasi desa sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa. Selain itu, perangkat desa diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas, disiplin kerja, serta akuntabilitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Pada kesempatan tersebut, tim monitoring melakukan pemeriksaan berbagai dokumen administrasi desa, administrasi pemerintahan, administrasi keuangan, administrasi pembangunan, serta administrasi lainnya yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa. Tim juga memberikan pembinaan dan masukan terhadap beberapa aspek yang perlu ditingkatkan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik dan profesional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bongo Nol, Staf Kecamatan Paguyaman, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta seluruh Perangkat Desa Bongo Nol.


Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kecamatan Paguyaman dan Pemerintah Desa Bongo Nol dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang tertib, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Klik Dukung Blog Ini

Kamis, 21 Mei 2026

Desa Karya Murni Bentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB), Tingkatkan Kesadaran dan Peran Aktif Masyarakat

 

Karya Murni, 21 Mei 2026 – Pemerintah Desa Karya Murni, Kecamatan Paguyaman, melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Sosialisasi Desa Siaga Tuberkulosis (TB) pada Kamis (21/05/2026).  Klik Dukung Blog Ini Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan... meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, penanganan, dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) melalui keterlibatan aktif pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, yaitu Olvien Pagau, unsur Pemerintah Kecamatan Paguyaman, Tim Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman, Pemerintah Desa Karya Murni, kader kesehatan desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat setempat.


Kehadiran seluruh pihak dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dan sinergi bersama dalam mewujudkan Desa Siaga TB yang mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis di lingkungan masyarakat. Keterlibatan Tim Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kesehatan berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan pembangunan desa.


Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pentingnya deteksi dini penyakit TB, pola penularan penyakit, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan bagi penderita TB. Hal ini dinilai sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal sekaligus mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.


Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran terhadap gejala-gejala TB agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Para kader kesehatan desa juga didorong untuk terus aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB.


Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program pengendalian TB tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan yang ada di tingkat desa dan kecamatan.


Pembentukan Desa Siaga TB ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, serta Tim Pendamping Desa dalam mendukung program kesehatan pemerintah, khususnya dalam upaya eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Boalemo.


Melalui program ini, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, pendamping desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, peduli, serta tanggap terhadap berbagai permasalahan kesehatan, khususnya penyakit TB.


Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Pemerintah Desa Karya Murni bersama seluruh unsur terkait menyatakan komitmennya untuk mendukung dan menjalankan program Desa Siaga TB secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Karya Murni dan Kecamatan Paguyaman secara umum.


Dengan terbentuknya Desa Siaga TB, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis semakin meningkat, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera serta mendukung terwujudnya program eliminasi TB di Kabupaten Boalemo.

Klik Dukung Blog Ini

Rabu, 20 Mei 2026

Pembinaan Aparat Desa Se-Kecamatan Paguyaman, Perkuat Kapasitas dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

 

Paguyaman, 20 Mei 2026 – Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo melaksanakan kegiatan Pembinaan Aparat Desa Se-Kecamatan Paguyaman pada Rabu (20/05/2026). 
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, memperkuat sinergi antar lembaga, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa.


Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, profesional, transparan, dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat desa.


Hadir langsung dalam kegiatan ini Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho. Turut hadir Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Boalemo beserta jajaran kepala bidang, Pemerintah Kecamatan Paguyaman, para kepala desa, perangkat desa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta unsur kelembagaan desa se-Kecamatan Paguyaman.


Dalam arahannya, Wakil Bupati Boalemo menekankan pentingnya peningkatan disiplin kerja, penguatan koordinasi, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia juga mengingatkan seluruh aparatur desa agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Selain itu, pembinaan juga menyoroti pentingnya pengelolaan administrasi desa yang tertib, pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, serta pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat desa.


Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Boalemo memberikan motivasi dan dukungan kepada seluruh aparat desa agar terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Boalemo bersama jajaran memberikan pembinaan teknis terkait tata kelola pemerintahan desa, pelaksanaan program desa, penguatan kelembagaan desa, serta evaluasi terhadap berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan di desa-desa.


Kegiatan pembinaan berlangsung dengan lancar dan interaktif melalui sesi diskusi, penyampaian arahan, serta evaluasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala dan masukan guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparat desa se-Kecamatan Paguyaman dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, memperkuat sinergi serta koordinasi antar lembaga, dan mampu memberikan pelayanan yang semakin maksimal kepada masyarakat. Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Boalemo.

Klik Dukung Blog Ini

Senin, 18 Mei 2026

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Ketahanan Pangan serta Administrasi BUMDes Se-Kecamatan Paguyaman


Paguyaman, 18 Mei 2026 – Dalam rangka memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta mendukung keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan desa, Pemerintah Kecamatan Paguyaman melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Ketahanan Pangan serta Administrasi BUMDes Se-Kecamatan Paguyaman yang bertempat di Kantor Camat Paguyaman, Senin (18/05/2026).
Klik Dukung Blog ini


Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kecamatan Paguyaman, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), pengurus BUMDes dari seluruh desa di Kecamatan Paguyaman, serta pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki peran dalam mendukung pengelolaan usaha desa dan program ketahanan pangan. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan berbagai program yang sedang dijalankan oleh BUMDes, sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa.


Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan unit-unit usaha ketahanan pangan yang saat ini dikelola oleh BUMDes di masing-masing desa, baik yang bergerak pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, maupun usaha produktif lainnya. Setiap pengurus BUMDes diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan kegiatan, capaian yang telah diraih, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta strategi yang telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.


Selain membahas perkembangan usaha ketahanan pangan, forum ini juga difokuskan pada evaluasi pengelolaan administrasi BUMDes. Pembahasan meliputi penyusunan laporan kegiatan, administrasi keuangan, pencatatan aset usaha, legalitas kelembagaan, hingga kelengkapan dokumen pendukung lainnya. Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa seluruh BUMDes telah menerapkan tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.



Pemerintah Kecamatan Paguyaman dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan usaha desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Pengurus BUMDes diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat manajemen usaha, serta melakukan inovasi dalam pengembangan unit-unit usaha yang memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Lebih lanjut, Pemerintah Kecamatan juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pengelolaan BUMDes. Administrasi yang baik akan memudahkan proses monitoring, evaluasi, serta pertanggungjawaban kepada pemerintah desa dan masyarakat sebagai pemilik modal utama BUMDes.


Pada kesempatan tersebut, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa turut memberikan pendampingan teknis terkait penguatan kelembagaan BUMDes, penyempurnaan administrasi usaha, penyusunan laporan keuangan, serta penyelesaian berbagai dokumen pendukung yang masih perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing pengurus BUMDes. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dan solusi yang diberikan guna meningkatkan kualitas tata kelola usaha desa.


Melalui kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi ini, diharapkan seluruh BUMDes di Kecamatan Paguyaman dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha dan administrasinya, sehingga program ketahanan pangan yang sedang dijalankan dapat berkembang secara optimal, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan BUMDes yang profesional, mandiri, dan berdaya saing sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi desa di Kecamatan Paguyaman.

(TPP Kecamatan Paguyaman) 


Klik Dukung Blog Ini

Selasa, 12 Mei 2026

Camat Paguyaman Monitoring Panen Jagung BUMDes Huwongo, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Desa

 

Huwongo, 12 Mei 2026Sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan desa, telah dilaksanakan kegiatan monitoring panen jagung yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Huwongo pada Selasa (12/05/2026). Klik Dukung Blog ini 
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang telah dijalankan oleh BUMDes sekaligus memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.


Kegiatan monitoring tersebut dihadiri langsung oleh Camat Paguyaman, Bapak Iswandy Pagau, S.KM, bersama Pendamping Desa, Pemerintah Desa Huwongo, Pengurus BUMDes, serta pihak-pihak terkait lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.


Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi panen untuk melihat kondisi lahan pertanian, proses panen jagung, hasil produksi yang diperoleh, serta mekanisme pengelolaan hasil panen yang akan menjadi bagian dari pengembangan usaha BUMDes ke depan. Monitoring ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha pertanian desa agar dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.


Camat Paguyaman, Bapak Iswandy Pagau, S.KM, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Huwongo dan Pengurus BUMDes atas kerja sama dan komitmen yang telah ditunjukkan dalam mengelola program ketahanan pangan melalui budidaya jagung. Menurutnya, program seperti ini memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


Beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh pihak yang terlibat agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha pertanian, baik dari sisi produktivitas lahan, manajemen usaha, pengelolaan administrasi, maupun pemanfaatan hasil panen agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat desa.


Selain melakukan monitoring, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi bersama terhadap perkembangan program yang telah berjalan. Pendamping Desa bersama Pemerintah Desa Huwongo dan Pengurus BUMDes membahas berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari pemanfaatan lahan, penggunaan sarana produksi pertanian, hingga strategi pengelolaan hasil panen agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.


Dalam diskusi yang berlangsung, turut dibahas beberapa langkah tindak lanjut guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program ketahanan pangan desa. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas BUMDes dalam mengelola usaha pertanian secara profesional serta mendorong peningkatan hasil produksi pada musim tanam berikutnya.


Program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Huwongo ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu unit usaha produktif desa. Selain berkontribusi terhadap penyediaan pangan, program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi desa dan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.


Melalui kegiatan monitoring panen jagung ini, diharapkan program ketahanan pangan Desa Huwongo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Keberhasilan program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), membuka peluang ekonomi baru, serta mendukung terwujudnya desa yang mandiri dan sejahtera.

(TPP Kecamatan Paguyaman)

Klik Dukung Blog Ini

Kamis, 30 April 2026

Rapat Koordinasi dan Evaluasi KPM Kecamatan Paguyaman Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

 

Paguyaman, 30 April 2026 – Bertempat di Kantor Camat Paguyaman, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kader Pembangunan Manusia (KPM) Tingkat Kecamatan Paguyaman pada Kamis (30/04/2026). 
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran KPM dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi penginputan data progres pada WEB Aplikasi WHDw Nasional, yang menjadi instrumen penting dalam pelaporan dan pemantauan capaian program secara terintegrasi.


Kegiatan rapat koordinasi ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat Paguyaman, Bapak John Warouw, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang terdiri dari Kader Pembangunan Manusia (KPM), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kecamatan Paguyaman.


Dalam arahannya, Sekretaris Camat menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang kuat antara seluruh pihak dalam memastikan validitas serta akurasi data yang diinput ke dalam sistem. Menurut beliau, data yang berkualitas akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis penanganan stunting, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun nasional.


Rapat koordinasi dan evaluasi ini dihadiri oleh seluruh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta Kader Pembangunan Manusia dari masing-masing desa di wilayah Kecamatan Paguyaman. Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap progres penginputan data yang telah dilakukan oleh masing-masing KPM.


Dalam sesi evaluasi, setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan capaian penginputan data, kendala yang dihadapi di lapangan, serta berbagai permasalahan teknis yang memengaruhi proses pelaporan. Beberapa kendala yang disampaikan antara lain terkait kualitas jaringan internet, pemahaman teknis penggunaan aplikasi, serta ketersediaan data pendukung yang diperlukan dalam proses penginputan.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum penyamaan persepsi terkait mekanisme dan tata cara penginputan data pada WEB Aplikasi WHDw Nasional. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan input dan memastikan keseragaman data yang dilaporkan oleh seluruh desa di Kecamatan Paguyaman.


Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa turut memberikan arahan teknis serta pendampingan langsung kepada para KPM. Berbagai permasalahan yang muncul selama proses evaluasi dibahas secara bersama-sama untuk menemukan solusi yang tepat dan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing desa.


Diskusi yang berlangsung secara interaktif dan konstruktif ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan keterampilan para KPM dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam aspek pendataan, pelaporan, serta pemantauan program konvergensi percepatan penurunan stunting.


Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan setiap desa dapat segera melakukan perbaikan dan percepatan penginputan data sesuai target yang telah ditetapkan. Dengan demikian, data yang tersaji dalam sistem dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan dan menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program yang tepat sasaran.


Kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi KPM ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Paguyaman. Dengan data yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan, diharapkan berbagai intervensi program yang dilaksanakan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.


Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, KPM, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa, target percepatan penurunan stunting di Kecamatan Paguyaman diharapkan dapat tercapai secara optimal demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

(TPP Kecamatan Paguyaman)

Klik Dukung Blog Ini

Senin, 13 April 2026

Fasilitasi OJT Pemeringkatan BUMDes Cluster 3 Kecamatan Paguyaman Tingkatkan Kapasitas Pengurus dalam Pengelolaan Data Berbasis Web

 

Permata, 13 April 2026 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan berbasis digital, telah dilaksanakan kegiatan Fasilitasi On The Job Training (OJT) Pemeringkatan BUMDes Cluster 3 Kecamatan Paguyaman yang bertempat di Aula Kantor Desa Permata, Senin (13/04/2026). Klik Dukung Blog ini


Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BUMDes dari empat desa yang tergabung dalam Cluster 3 Kecamatan Paguyaman, yaitu Desa Diloato, Desa Permata, Desa Mutiara, dan Desa Mustika. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelola BUMDes dalam mendukung proses pemeringkatan melalui aplikasi Web BUMDes, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kinerja, perkembangan usaha, serta tata kelola BUMDes yang transparan, akuntabel, dan profesional.


Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Camat Paguyaman, Bapak Jhon Warouw, S.Sos, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan BUMDes yang lebih modern, efektif, dan tertib administrasi.


Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan OJT ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para pengurus BUMDes untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan data berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas data yang dimiliki masing-masing BUMDes sehingga proses pemeringkatan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan penilaian yang objektif sesuai kondisi riil di lapangan.


Memasuki sesi inti kegiatan, peserta mengikuti pelaksanaan On The Job Training (OJT) yang difokuskan pada praktik langsung penginputan data pemeringkatan BUMDes melalui aplikasi Web BUMDes. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan pendampingan teknis secara langsung mulai dari proses pengisian profil BUMDes, struktur organisasi, unit usaha yang dijalankan, laporan keuangan, hingga berbagai indikator penilaian lainnya yang menjadi komponen utama dalam proses pemeringkatan.


Selama kegiatan berlangsung, para pengurus BUMDes menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang dihadapi saat melakukan penginputan data.


Tim pendamping memberikan arahan dan solusi secara langsung terhadap berbagai permasalahan yang muncul, sehingga proses penginputan dapat berjalan lebih lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendekatan praktik langsung yang diterapkan dalam kegiatan ini dinilai sangat membantu peserta dalam memahami penggunaan sistem dan meningkatkan kemampuan pengelolaan data secara mandiri.


Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar pengurus BUMDes dalam satu cluster. Melalui forum ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta membangun kesamaan pemahaman terkait tata kelola dan pelaporan BUMDes yang baik.


Dengan adanya kegiatan fasilitasi OJT ini, diharapkan seluruh pengurus BUMDes yang tergabung dalam Cluster 3 Kecamatan Paguyaman dapat lebih memahami mekanisme pemeringkatan BUMDes serta mampu mengelola data secara tertib, akurat, dan berkelanjutan melalui sistem berbasis web.


Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya BUMDes yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu berkontribusi secara optimal dalam meningkatkan perekonomian desa serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Paguyaman.


Klik Dukung Blog Ini

Jumat, 10 April 2026

Fasilitasi OJT Pemeringkatan BUMDes Cluster 2 Kecamatan Paguyaman Tingkatkan Kapasitas Pengurus dalam Pengelolaan Data Berbasis Digital

 

Tenilo, 10 April 2026
– Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan berbasis digital, telah dilaksanakan kegiatan
Fasilitasi On The Job Training (OJT) Pemeringkatan BUMDes Cluster 2 Kecamatan Paguyaman
yang bertempat di Aula Kantor Desa Tenilo, Jumat (10/04/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BUMDes dari sejumlah desa yang tergabung dalam Cluster 2 Kecamatan Paguyaman, yakni Desa Bualo, Bongo IV, Huwongo, Batukeramat, Bongo Nol, Saripi, Balate Jaya, Hulawa, dan Desa Tenilo selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan.


Pelaksanaan OJT ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengurus BUMDes dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan berbasis digital, khususnya dalam mendukung proses Pemeringkatan BUMDes melalui aplikasi Web BUMDes. Pemeringkatan tersebut menjadi instrumen penting dalam menilai tingkat perkembangan usaha, kinerja kelembagaan, tata kelola organisasi, serta keberlanjutan unit usaha yang dijalankan oleh masing-masing BUMDes.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Camat Paguyaman, Bapak Jhon Warouw, S.Sos, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola BUMDes yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan profesional.


Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pengelolaan data yang baik dan akurat merupakan fondasi utama dalam pengembangan BUMDes. Oleh karena itu, seluruh pengurus diharapkan dapat mengikuti proses penginputan data dengan teliti dan sungguh-sungguh, mengingat data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam proses penilaian dan penyusunan kebijakan pengembangan BUMDes ke depan.


Memasuki sesi inti kegiatan, para peserta mengikuti praktik langsung penginputan data pemeringkatan BUMDes melalui aplikasi Web BUMDes. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan teknis secara langsung untuk memastikan seluruh tahapan penginputan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Data yang diinput meliputi profil BUMDes, struktur organisasi, jenis dan perkembangan unit usaha, laporan keuangan, hingga berbagai indikator penilaian lainnya yang menjadi komponen utama dalam proses pemeringkatan. Pendekatan praktik langsung yang diterapkan dalam kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara menyeluruh mekanisme penggunaan aplikasi sekaligus menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penginputan data.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam setiap sesi, baik saat praktik penginputan maupun dalam diskusi dan tanya jawab. Berbagai permasalahan teknis yang muncul dapat diselesaikan melalui pendampingan dan arahan yang diberikan oleh tim fasilitator, sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.


Selain meningkatkan kapasitas teknis pengurus BUMDes, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi dan sinergi antar-BUMDes dalam satu cluster. Melalui forum ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta membangun kesamaan pemahaman terkait tata kelola dan pelaporan BUMDes yang baik.


Dengan adanya kegiatan fasilitasi OJT ini, diharapkan seluruh pengurus BUMDes yang tergabung dalam Cluster 2 Kecamatan Paguyaman dapat lebih memahami mekanisme pemeringkatan BUMDes serta mampu mengelola data secara tertib, akurat, dan berkelanjutan melalui sistem berbasis web.


Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan lancar ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDes. Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya BUMDes yang lebih maju, mandiri, profesional, serta mampu berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Paguyaman.

(TPP Kecamatan Paguyaman)

Klik Dukung Blog Ini

Selasa, 31 Maret 2026

BUMDes Makmur Desa Wonggahu Gelar Musyawarah LPJ Akhir Tahun 2025

 

Wonggahu, 31 Maret 2026 – Bertempat di Aula Sanggar Seni Desa Wonggahu, pada Selasa (31/03/2026), telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Akhir Tahun 2025 BUMDes Makmur Desa Wonggahu. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus BUMDes kepada Pemerintah Desa dan masyarakat atas pengelolaan serta perkembangan unit-unit usaha yang dijalankan selama satu tahun terakhir.


Musyawarah tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta masyarakat Desa Wonggahu yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan dan perkembangan BUMDes sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi desa.


Kegiatan diawali dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh jajaran pengurus BUMDes Makmur. Dalam laporannya, pengurus menyampaikan secara rinci kondisi keuangan, capaian usaha, serta berbagai dinamika yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan usaha sepanjang tahun 2025. Adapun laporan yang dipaparkan mencakup beberapa unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Makmur, yaitu Unit Usaha Simpan Pinjam, Unit Usaha Sewa Tenda dan Kursi, serta Unit Usaha Penggemukan Ayam Broiler.


Pada Unit Usaha Simpan Pinjam, pengurus menjelaskan perkembangan jumlah nasabah, tingkat pengembalian pinjaman, serta beberapa kendala yang masih dihadapi, terutama terkait keterlambatan pembayaran oleh sebagian peminjam. Meskipun demikian, unit usaha ini masih menjadi salah satu sektor yang berperan dalam membantu akses permodalan masyarakat desa untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.


Sementara itu, pada Unit Usaha Sewa Tenda dan Kursi disampaikan informasi mengenai tingkat pemanfaatan aset selama tahun berjalan, pendapatan yang berhasil diperoleh, serta upaya perawatan dan pemeliharaan sarana prasarana agar tetap dalam kondisi baik dan layak digunakan oleh masyarakat. Pengurus menilai bahwa unit usaha ini masih memiliki prospek yang cukup baik karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas penunjang berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.


Untuk Unit Usaha Penggemukan Ayam Broiler, pengurus memaparkan perkembangan usaha mulai dari proses pemeliharaan, tingkat pertumbuhan ayam, hingga hasil produksi yang dicapai selama periode usaha. Selain itu, turut disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti fluktuasi harga pakan, kondisi cuaca yang memengaruhi kesehatan ternak, serta perlunya peningkatan manajemen pemeliharaan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Meski menghadapi sejumlah tantangan, unit usaha ini dinilai memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.


Dalam forum musyawarah tersebut juga berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan aktif dan konstruktif. Para peserta memberikan berbagai masukan, saran, serta evaluasi terhadap pengelolaan BUMDes selama tahun 2025. Beberapa hal yang menjadi perhatian bersama antara lain pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus, penguatan sistem administrasi dan pelaporan keuangan, serta perlunya inovasi dalam pengembangan unit usaha agar lebih produktif, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Selain itu, peserta musyawarah menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses pengelolaan BUMDes. Hal tersebut dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan dan kinerja BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa. Pemerintah Desa Wonggahu dalam arahannya juga mendorong agar pengurus BUMDes dapat terus menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat melahirkan unit-unit usaha baru yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat.


Melalui pelaksanaan Musyawarah LPJ Akhir Tahun 2025 ini, diharapkan BUMDes Makmur Desa Wonggahu dapat terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pengelolaan usaha di masa mendatang. Hasil evaluasi dan berbagai masukan yang diperoleh dalam forum musyawarah diharapkan menjadi bahan perbaikan serta acuan dalam menyusun program kerja dan strategi pengembangan usaha ke depan.


Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan berkelanjutan, BUMDes Makmur diharapkan mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang kuat, mandiri, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Wonggahu.

Klik Dukung Blog Ini

Rabu, 11 Februari 2026

Musyawarah LPJ Akhir Tahun BUMDes Sejahtera Desa Sosial Tahun Buku 2025 Berlangsung Sukses


Desa Sosial, 11 Februari 2026 – Bertempat di Kantor Desa Sosial, pada Rabu (11/02/2026), telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Akhir Tahun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Desa Sosial Tahun Buku 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme tata kelola kelembagaan BUMDes yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, serta menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan usaha desa selama satu tahun buku.


Musyawarah tersebut dihadiri oleh berbagai unsur kelembagaan desa dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Pemerintah Kecamatan yang diwakili oleh Bapak Jhon Warouw, S.Sos, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas Desa Sosial, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta jajaran pengurus dan pengelola BUMDes Sejahtera Desa Sosial.


Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat fungsi pembinaan, pengawasan, serta dukungan terhadap keberlanjutan usaha BUMDes sebagai salah satu penggerak utama perekonomian desa.


Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan penyampaian maksud serta tujuan musyawarah, yaitu untuk mendengarkan, membahas, dan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban akhir tahun BUMDes Sejahtera Desa Sosial Tahun Buku 2025. Dalam suasana musyawarah yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, Direktur BUMDes Sejahtera Desa Sosial memaparkan laporan kinerja dan keuangan secara komprehensif kepada seluruh peserta yang hadir.


Dalam pemaparannya disampaikan bahwa selama Tahun Buku 2025, BUMDes Sejahtera Desa Sosial menjalankan kegiatan usaha melalui dua unit usaha utama, yaitu Unit Usaha Jasa Pinjam Tenda dan Unit Usaha LPJ. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, total pendapatan BUMDes selama tahun 2025 tercatat sebesar Rp19.605.220 dengan laba bersih sebesar Rp12.164.470.

Adapun sumber pendapatan tersebut berasal dari:

  • Unit Usaha Jasa Pinjam Tenda sebesar Rp15.606.202
  • Unit Usaha LPJ sebesar Rp4.000.000


Dari total laba bersih yang diperoleh, BUMDes Sejahtera Desa Sosial telah memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp6.082.235 yang disetorkan ke kas Desa Sosial. Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa BUMDes mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi desa sekaligus memperkuat sumber pendapatan desa yang berkelanjutan.


Selain menyampaikan laporan keuangan, Direktur BUMDes juga memaparkan perkembangan operasional usaha sepanjang tahun 2025. Beberapa hal yang disampaikan meliputi tingkat pemanfaatan layanan jasa pinjam tenda oleh masyarakat, pengelolaan unit usaha LPJ, serta berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi selama menjalankan usaha. Beberapa kendala yang menjadi perhatian antara lain optimalisasi pemanfaatan aset usaha, fluktuasi permintaan layanan, serta perlunya penguatan strategi manajemen dan pemasaran guna meningkatkan daya saing usaha BUMDes di masa mendatang.


Dalam sesi diskusi, peserta musyawarah memberikan berbagai masukan, saran, dan tanggapan konstruktif terhadap laporan yang telah dipaparkan. Ketua BPD menekankan pentingnya menjaga konsistensi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam aspek pencatatan keuangan, pelaporan kegiatan usaha, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat desa. Menurutnya, hal tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap kelembagaan BUMDes.


Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan, Bapak Jhon Warouw, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMDes Sejahtera Desa Sosial yang mampu menjalankan unit usaha secara berkelanjutan dan menghasilkan laba bersih. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, serta inovasi usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) turut memberikan pendampingan teknis dalam pembahasan laporan, khususnya terkait aspek administrasi, tata kelola keuangan, serta perencanaan pengembangan usaha ke depan. Dalam diskusi yang berkembang, disepakati perlunya langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha, optimalisasi aset yang dimiliki, serta pengembangan unit usaha baru yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan desa.


Musyawarah berlangsung secara dinamis dengan semangat evaluatif dan solutif. Secara umum, Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun BUMDes Sejahtera Desa Sosial Tahun Buku 2025 dapat diterima oleh seluruh peserta musyawarah dengan beberapa catatan dan rekomendasi perbaikan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja di masa yang akan datang.


Sebagai penutup, seluruh peserta musyawarah menyimpulkan bahwa keberadaan BUMDes Sejahtera Desa Sosial perlu terus diperkuat sebagai lembaga ekonomi desa yang profesional, transparan, mandiri, dan berkelanjutan. Seluruh unsur yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam mendukung pengembangan usaha BUMDes demi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Desa.


Melalui pelaksanaan Musyawarah LPJ Akhir Tahun ini, diharapkan BUMDes Sejahtera Desa Sosial dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pembangunan dan kemandirian ekonomi Desa Sosial pada tahun-tahun mendatang.

Klik Dukung Blog Ini

Jumat, 30 Januari 2026

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendamping Desa Se-Kecamatan Paguyaman Bahas Progres PKTD dan Perencanaan Desa Tahun 2026

 

Paguyaman, 30 Januari 2026 – Dalam rangka memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan evaluasi pelaksanaan tugas pendampingan desa, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kecamatan Paguyaman melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang bertempat di kediaman PLD, Ibu Ruslin Haidari, pada Jumat (30/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kecamatan Paguyaman sebagai forum bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendampingan desa serta membahas berbagai agenda strategis yang menjadi prioritas pada Tahun Anggaran 2026.


Adapun pembahasan utama dalam rapat koordinasi dan evaluasi tersebut difokuskan pada progres penginputan data kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), khususnya pada bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) serta kegiatan PKTD Ketahanan Pangan di seluruh desa se-Kecamatan Paguyaman. Dalam sesi evaluasi ini dilakukan pemantauan terhadap sejauh mana proses penginputan data telah dilaksanakan oleh masing-masing pendamping, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.


Selain itu, para peserta rapat juga membahas berbagai solusi dan langkah percepatan guna memastikan seluruh data kegiatan PKTD dapat terinput secara lengkap, akurat, dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan serta sistem yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin kualitas data yang menjadi dasar pelaporan dan pengambilan kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan desa.


Tidak hanya membahas PKTD, rapat koordinasi juga menyoroti penginputan data Perencanaan Desa Tahun 2026 yang meliputi dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pada seluruh desa di Kecamatan Paguyaman. Pembahasan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran desa telah disusun dan diinput dengan benar, memiliki keterkaitan yang selaras antara program dan anggaran, serta sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan pembangunan desa yang berlaku.


Melalui forum koordinasi ini, seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan kualitas pendampingan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa. Kesamaan pemahaman dan komitmen bersama menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan administrasi desa, peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, serta optimalisasi pelaksanaan program Padat Karya Tunai Desa.


Diharapkan hasil rapat koordinasi dan evaluasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pendamping desa dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kecamatan Paguyaman. Dengan koordinasi yang baik serta penyelesaian berbagai target administrasi dan program secara tepat waktu, pelaksanaan pembangunan desa pada Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

(Tim TPP Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman)

Klik Dukung Blog Ini

Selasa, 16 Desember 2025

Pelatihan Bimbingan Teknis BUMDes Se-Kecamatan Paguyaman Resmi Dibuka oleh Bupati Boalemo

 

Gorontalo, 16 Desember 2025 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kecamatan Paguyaman melaksanakan Pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) BUMDes Se-Kecamatan Paguyaman yang bertempat di Hotel FOX Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rum Pagau selaku Bupati Kabupaten Boalemo. Dalam sambutannya, Bupati Boalemo menegaskan pentingnya peran BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian desa yang mampu menciptakan kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Beliau menyampaikan bahwa pengurus BUMDes harus memiliki kemampuan manajerial, tata kelola keuangan yang baik, serta inovasi dalam mengembangkan unit-unit usaha yang sesuai dengan potensi desa masing-masing. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelola BUMDes di wilayah Kecamatan Paguyaman.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Boalemo, unsur BPKP Provinsi Gorontalo sebagai narasumber dan pemateri pelatihan, Pemerintah Kecamatan Paguyaman, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD) yang tergabung dalam Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Paguyaman, serta seluruh peserta yang terdiri dari pengurus BUMDes se-Kecamatan Paguyaman.


Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus BUMDes mengenai tata kelola kelembagaan, pengelolaan usaha desa, penyusunan laporan keuangan, manajemen risiko, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Materi yang disampaikan oleh tim dari BPKP Provinsi Gorontalo diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan praktis bagi para peserta dalam menjalankan usaha desa secara akuntabel dan profesional.

Camat Paguyaman dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo, Dinas Sosial PMD Kabupaten Boalemo, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap melalui pelatihan tersebut, seluruh BUMDes di Kecamatan Paguyaman dapat semakin berkembang, mampu menggali potensi lokal, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.


Kegiatan Bimbingan Teknis berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam pelatihan, sehingga para pengurus BUMDes dapat memperoleh solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha desa.


Melalui pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan seluruh pengurus BUMDes se-Kecamatan Paguyaman semakin siap dalam mengelola dan mengembangkan usaha desa secara profesional, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya desa yang mandiri dan sejahtera di Kabupaten Boalemo.


Klik Dukung Blog Ini