Pembahasan Pembentukan BKAD
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pembahasan rencana pembentukan Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD). Lembaga ini nantinya akan menjadi wadah kolaborasi antar desa dalam mengelola program dan kegiatan yang memiliki cakupan kawasan maupun kepentingan bersama. Camat Paguyaman menyampaikan bahwa pembentukan BKAD merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas desa dalam menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Melalui BKAD, desa-desa diharapkan mampu membangun kerja sama yang lebih efektif dalam berbagai bidang pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pengembangan potensi wilayah.
Persiapan Pelatihan BUMDes se-Kecamatan Paguyaman
Selain pembentukan BKAD, rapat juga membahas pembentukan Panitia Pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Paguyaman yang direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten Boalemo. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus BUMDes dalam mengelola usaha desa secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Diharapkan melalui kegiatan ini, BUMDes dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyampaian Progres Pendampingan Desa
Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman, Bapak Kifly Rahman dan Ibu Ratna Isa, menyampaikan laporan perkembangan kegiatan pendampingan desa yang telah dilaksanakan selama beberapa waktu terakhir.
Adapun beberapa poin utama yang disampaikan dalam laporan tersebut meliputi:
1. Progres Pendaftaran Badan Hukum BUMDes
Pendamping Desa memaparkan perkembangan proses pendaftaran badan hukum BUMDes di seluruh desa se-Kecamatan Paguyaman. Laporan mencakup desa-desa yang telah menyelesaikan tahapan verifikasi serta desa yang masih melengkapi dokumen persyaratan sebagai bagian dari proses legalisasi badan hukum.
2. Progres Pelaksanaan Rembug Stunting
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan stunting, disampaikan pula perkembangan pelaksanaan Rembug Stunting di masing-masing desa. Evaluasi ini mencakup capaian kegiatan, identifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pemerintah desa bersama kader pembangunan manusia dan tenaga kesehatan.
3. Progres Penginputan Data EHDW oleh KPM
Agenda berikutnya adalah evaluasi progres penginputan data pada aplikasi Elektronik Human Development Worker (EHDW) yang dilakukan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) di seluruh desa. Dalam laporan tersebut disampaikan capaian masing-masing desa, desa yang telah memenuhi target penginputan, serta desa yang masih memerlukan percepatan dan pendampingan lebih lanjut. Selain itu, dibahas pula strategi peningkatan kualitas data guna mendukung perencanaan pembangunan manusia yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Komitmen Bersama Meningkatkan Kualitas Pembangunan Desa
Melalui kegiatan koordinasi dan evaluasi ini, seluruh peserta berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama antar desa, meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan, serta mendorong percepatan berbagai agenda prioritas yang telah ditetapkan. Pemerintah Kecamatan Paguyaman berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping desa, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
"Dengan kolaborasi yang kuat, desa akan semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan pembangunan dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan."







0 komentar:
Posting Komentar